Pemerintah Siapkan Bursa Komoditas Strategis, Target Beroperasi Awal 2027
By Admin

Ilustrasi Batubara
nusakini.com, Pemerintah Indonesia resmi merencanakan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang diproyeksikan beroperasi pada awal tahun depan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).
Presiden menegaskan bahwa langkah strategis ini bertujuan agar Indonesia mampu menentukan harga acuan komoditas ekspor utamanya secara mandiri. "Dengan ini, kita akan membangun Indonesia Reference Price, harga referensi Indonesia, untuk komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia," kata Presiden.
Bursa baru tersebut rencananya akan berjalan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari 2027. Menurut Prabowo, "Kita akan segera operasionalkan, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK."
Menanggapi rencana itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa pemerintah masih mematangkan berbagai aturan teknis dan jenis komoditas yang akan masuk. "Semua sedang disiapkan," ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Prasetyo menambahkan bahwa komoditas yang diperdagangkan difokuskan pada hasil kekayaan alam utama milik Indonesia. "Belum diputuskan, yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama, misalnya CPO, nikel, batu bara," ungkapnya.
Pihak Istana juga masih mengkaji skema operasional bursa ini, termasuk potensi penggabungan dengan lembaga bursa yang sudah beroperasi saat ini. "Ada nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," jelas Mensesneg.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah mewujudkan kedaulatan penuh atas pengelolaan barang tambang dan hasil bumi nasional. "Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan," tutup Prasetyo. (*)